![]() |
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin saat menjadi guest speaker dalam pelatihan herbalist yang digelar BC HNI Jatinangor, Minggu (27/2/2022) |
JATINANGOR–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi mengapresiasi kepada seluruh penguasa/agen Halal Network Internationla (HNI) yang turut membantu membangkitkan sektor ekonomi masyarakat di tengah pandemi.
Demikian disampaikan politisi muda PKS Jawa Barat ini saat didaulat sebagai Guest Speaker dalam pelatihan bertajuk HEBAT (Herbalist and Bussines Achievement Training) yang digelar Komunitas HNI Jatinangor di Aula Masjid Jami Al Asaakir Jatinangor, Minggu (27/2/2022).
“Sebagai anggota DPRD Jabar kami sangat mengapresiasi kegaitan ekonomi dari HNI yang turut serta dalam membangun ekonomi yang peduli UMKM. Para pelaku UMKM bisa terbantu dengan digital marketing yang sudah memanfaatkan teknologi informasi yang luar biasa, sehingga tidak perlu lagi marketing dengan door to door. Melalui digital marketing jadi gampang sekali,” urai Kang RinSo, sapaanya, disambut riuh tepuk tangan lebih dari 90 orang peserta pelatihan.
Anggota Komisi 1 DPRD Jabar ini mengatakan sudah selayaknya Pemerintah memberikan dukungan kepada HNI sebagai pelopor produk-produk berstandar halal di Indonesia. Bahkan saat ini produk halal HNI mulai dari herbal, kosmetik dan makanan sudah mampu menembus pasar internasional (Singapura, Malaysia, Thailand dan Mesir).
“Pemerintah harus mendukung HNI, karena HNI di tengah ekonomi terdampak pandemi masih mampu bertahan dalam membangkitkan ekonomi umat. HNI juga berperan dalam meningkatkan IPM (index pembangunan manusia) yang diukur dari tiga komponen yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” sebutnya.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini menjelaskan di dalam HNI para pengusaha atau agen HNI tidak saja mendapatkan kegiatan pelatihan-pelatihan pemberdayaan ekonomi, juga termasuk di dalamnya banyak kegiatan untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan juga.
“HNI membuat membernya menjadi cerdas, sehat dan berdaya secara ekonomi dengan banyaknya pelatihan empowering yang bermanfaat dan maslahat bagi umat, jadi pemerintah harus mendukung HNI,” sarannya.
Kepada seluruh masyarakat Kang RinSo menyerukan untuk tidak ragu dengan HNI, selain merupakan perusahaan besar milik orang Indonesia yang siap go international, produk-produknya 100 persen halal, menyehatkan, dibangun dengan semangat memajukan UMKM, serta terbukti dan teruji bertahan di tengah hantaman pandemi.
“Dalam pergerakan ekonomi umat harus tetap kembali bertawakal kepada Alloh SWT. Karena Alloh tidak menciptakan seluruh mahluknya yang ada di muka bumi ini, semua telah diberikan masing-masing rizkinya. Dari mulai sekarang mari kita semuanya bergerak jangan berdiam diri saja, karena dengan bergerak kita telah melaksanakan perintah Alloh yang menyuruh hambanya untuk bertebaran di muka bumi dalam mencari rizkinya,” urainya.
Dalam pelatihan herbalis dan bisnis ini diisi oleh sejumlah pemateri yang merupakan Leaders X-Five Team, di antaranya Mashuri Afandi (LED, LCED) owner BC HNI Jatinangor, Imas Masitoh (LED), Ence Tajul Arifin (ED), Siti Ida Jamilah (ED), Anih Hasanah (ED), Ainul Fajar (ED) dan Pipin Supini (D).
Selain diisi pemaparan materi motivasi bisnis HNI juga diberikan pelatihan menjadi herbalis. Para peserta mendapatkan materi dasar dalam mengkonsumsi produk-produk herbal HNI, mulai takaran, dan cara konsumsi yang merujuk pada cara berobat Rasullah (thibbun nabawi).
Pada sesi demo produk herbal diperlihatkan bagaimana khasiat Extra Food HNI yang mampu mendetoks tubuh yang banyak terkontaminasi zat 5P (pewarna, pemanis, penyedap, pengawet, perasa). Cairan madu Extra Food dicampurkan kepada air berwarna gelap karena zat 5P, tidak berapa lama air itu langsung jernih kembali.
Sejumlah peserta pun diajak interakitf untuk dideteksi masing-masing keluhan kesehatannya hanya dari telapak tangannya. Ada yang ketahuan kurang makan sayur dan buah, ada yang kuran lancar peredaran darahnya, ada yang memiliki keluhan sesak, ada yang mengalami masalah lambung dan lainnya.
“Tadi saya dideteksi kurang makan sayur dan buah, ketahuannya dari telapak tangan saya yang kurang cerah atau gelap. Bener juga sih,” tutur salah seorang peserta.
Diharapkan dengan pelatihan itu, para peserta minimal bisa menjadi herbalis bagi keluarganya sehingga bisa menekan biasa berobat keluarga.(rik)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2022/02/27/dewan-jabar-dorong-pemerintah-dukung-kiprah-hni-dalam-pemberdayaan-ekonomi-umat/2/

