![]() |
| Aleg PKS DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin (kiri) memberikan cenderamata berupa buku dan majalah kepada para penggiat agrowisata Cipulus |
MAJALENGKA–Terik matahari yang membakar kulit tubuh tidak menyurutkan langkah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, H. Ridwan Solichin menuju lokasi agrowisata yang terletak di Desa Cipulus Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka, Minggu (16/8).
Anggota komisi 1 yang akrab disapa Kang RinSo didampingi anggota DPRD Kabupaten Majalengka Fraksi PKS, H. Deni Koharudin dan H. Dedi Rasidi mengatakan akan mensupport agrowisata tersebut agar bisa lebih berkembang dan menjadi tempat wisata yang hidup dan dapat mengurangi pengangguran.
Untuk itu pemetaan potensi wisata di masing-masing desa bahkan kecamatan diharapkan bisa lebih berkembang.
“Diperlukan pemetaan potensi di setiap desa, seperti yang ada di Desa Cipulus Kecamatan Cikijing terdapat sektor pertanian dan agrowisata yang bisa menyerap tenaga kerja dan pada ujungnya dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat,“ ujar Rinso.
Untuk itu anggota legislatif dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, Subang ini berharap agar para anggota dewan PKS asal Majalengka khususnya dari dapil Kecamatan Cikijing dapat bersama-sama mengawal program pengembangan sektor agrowisata dan pertanian di wilayahnya.
“Untuk tahap selanjutnya kami harapkan Pak Deni Koharudin dan Pak Dedi Rasidi yang merupakan legislator asal Kecamatan Cikijing dapat mengawal dalam pengembangannya,” tandas RinSo.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Barat ini, mendorong koperasi ataupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di masing-masing desanya.
”Banyak obyek wisata desa yang berpotensi untuk dikembangkan,” tegasnya.
Di Kabupaten Majalengka lanjut RinSo, setidaknya ada beberapa lokasi perintisan pengembangan potensi wisata desa yang diupayakan menjadi destinasi baru bagi para pelancong, yakni meliputi potensi wisata alam, seperti keindahan puncak bukit, kawasan hutan, lereng gunung dan air terjun dengan dana bantuan provinsi.
Usaha perintisannya dilakukan oleh para tokoh warga desa bersama pamonng desa, serta melibatkan pula para tokoh pemuda dari Karang Taruna. “Bahkan ada yang melibatkan para mahasiswa KKN, untuk diminta bantuannya membuat grand design rencana pengambangannya,” ungkapnya.
Dalam pengembangan potensi wisata desa ini, sambung Rinso, ada yang kemudian langsung menjadi populer dalam mengundang kedatangan para pelancong, namun juga ada yang perlu kesabaran dalam pengembangan.
Menurut Rinso, pengembangan potensi wisata desa sebenarnya tidak memerlukan dukungan pembiyaan dana yang besar, asal mendapatkan dukungan swadaya dari semua masyarakat desa.
Masyarakat pedesaan biasanya rela bergotong-royong bekerja bakti membuat infrastruktur menuju ke objek wisata yang mereka kembangkan, meski dukungan dana stimulan dari desa tidak besar, meskipun dukungan dana stimulan yang sangat minim.
Dalam kunjungan kerja ke Desa Cipulus itu juga turut dihadiri sejumlah pihak terkait seperti Kades Cipulus Maksum, kaur pemerintahan, serta pemuda dan pemudi perwakilan desa tersebut.
“Alhamdulillah semua pihak siap untuk mendorong masalah pengembangan potensi desa wisata yang sekarang tengah dikembangkan di sejumlah desa di Kabupaten Majalengka,” pungkasnya.(*/rik)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2020/08/17/dorong-pengembangan-agrowisata-desa-untuk-mengurangi-angka-pengangguran/

