Subscribe Us

header ads

Imbau Warga di Daerah Rawan Longsor Lebih Waspada

Anggota DPRD Jabar H Ridwan Solichin saat melaksanakan penanaman bibit pohon di Bukit Patambon Cimanggung, Minggu (23/2/2022)


 CIMANGGUNG–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam longsor. Pasalnya, akhir-akhir ini sejak awal tahun 2022 di sejumlah daerah di Kabupaten Sumedang kerap terjadi bencana yang berkaitan dengan bencana hidrometeorologi tersebut.

“Saya meminta masyarakat untuk lebih waspada lagi karena memang ini berkaitan dengan penghujan yang cenderung intensitasnya lebih tinggi di bandingkan tahun sebelumnya,” seru Kang RinSo, sapaannya, di sela-sela kegiatan penanaman pohon di Bukit Patambon Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Minggu (23/2/2022).

Terutama bagi warga yang tinggal di daerah-daerah yang berkontur alam perbukitan dan lereng. Karena memang, lanjut Anggota Komisi 1 DPRD Jabar ini, sebagian besar wilayah di Kabupaten Sumedang adalah daerah rawan bencana alam longsor.

“Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor seperti daerah dengan kontur lereng atau bukit, ada baiknya memahami betul upaya-upaya mitigasi kebencanaan. Jika ada tanda-tanda alam akan terjadi longsor bisa segera mengevakuasi diri dan keluarga ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Kepada pemerintah daerah, Kang RinSo juga mengapresiasi upaya sosialisasi mitigasi kebencanaan agar semaksimal mungkin bisa mengantisipasi terjadinya bencana yang bisa memakan banyak korban.

“Karena alam itu sulit diprediksi, namun ikhtiar kita tetap harus dilakukan, upaya mitigasi kebencanaan sudah ada aturannya tinggal diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” jelas Kang RinSo.

Kang RinSo (jaket putih) bersama Aleg PKS DPRD Sumedang dr Iwan Nugraha (kedua kanan), Kades Cimanggung, pengurus PKS Cimanggung dan perwakilan Komunitas Patambon

Penggagas Gerakan Desa Sukses ini juga menyarankan untuk tingkat desa bisa dibentuk semacam komunitas atau relawan yang mengurusi kebencanaan. “Dari desa sekiranya termasuk daerah rawan bencana longsor bisa membentuk relawan yang diambil dari elemen pemuda setempat yang mendaptkan pemahaman kebencanaan. Desa bisa bekerjasama dengan BPBD dan pihak lainnya, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana,” paparnya.

Saat disinggung terkait kegiatan penanaman pohon atau reboisasi di Bukit Patambon bersama Komunitas Patambon, Anggota Badan Anggaran DPRD Jabar ini mengapresiasi kegiatan penghijauan tersebut.

“Bagus, apa yang digagas Komunitas Patambon dan DPC PKS Cimanggung ini melakukan penghijauan dengan menanam bibit pohon kayu keras di lahan-lahan kritis. Diharapkan ini menjadi kegiatan rutin terutama di saat memasuki penghujan, selain bisa memperkuat struktur tanah dan menyuburkannya juga bisa mengantisipasi terjadinya longsor, jika lahannya hijau dan rimbun dengan pepohonan longsor kemungkinan kecil terjadi,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri anggota legislatif Fraksi PKS DPRD Sumedang dr Iwan Nugraha, Kades Cimanggung Yayat Hidayat (Baskara), jajaran DPC PKS Cimanggung, dan Komunitas Patambon.(rik)


https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2022/01/24/kang-rinso-imbau-warga-di-daerah-rawan-longsor-lebih-waspada/