Subscribe Us

header ads

Jumlah Penerima Bansos Pemprov Akibat Covid 19 Diprediksi Membengkak

 

Secara simbolis H Ridwan Solichin memberikan bantuan alat penyemprotan disinfektan kepada Plt Kades Ganeas baru-baru ini.

GANEAS–Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS H. Ridwan Solichin melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan bantuan alat penyemprotan disinfektan ke Desa Ganeas Kecamatan Ganeas, Senin (6/4/2020).

Dalam kunker itu pula pria yang familiar disapa Kang RinSo ini juga hadir dengan didampingi jajaran pengurus DPD PKS Sumedang Apiyatno dan Agus Sutara. Sementara itu dari pihak Desa Ganeas hadir Plt Kades Ganeas Sukayat, Sekdes Ganeas Suryatna dan Ketua BPD Tedi Sutardi.

Kepada RinSo, Pemerintah Desa Ganeas mengungkapkan upaya yang akan dilakukan desa dalam penanganan pandemi Covid 19 di tingkat desa dengan membuat posko untuk memantau dan memeriksa warga yang masuk desa.

Selain itu, Rinso juga meninjau kesiapan desa dalam menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melakukan pendataan warga desa yang terkena dampak akibat darurat pandemi korona.

Menurut dewan asal Dapil Jawa Barat XI (Sumedang-Majalengka-Subang) ini, tidak adanya kuota dari Pemkab Sumedang untuk keluarga penerima bantuan per desa, dikhawatirkan pendataan yang dilakukan desa melibihi alokasi yang disediakan Pemprov.

“Dengan adanya darurat pandemi Covid 19 ini diharapkan desa ikut serta dalam penanganan penyebaran virus korona. Desa bisa membuat posko serta menciptakan kemandirian desa dalam ketersediaan pangan,” ujar RinSo.

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, RinSo mengungkap dalam penanganan dampak sosial dan kesehatan akibat Covid 19 ini, Pemprov Jabar mengeluarkan kebijakan Penanganan Kesehatan dan Social Safety Net.

Pemprov Jabar menganggarkan dana di bidang kesehatan untuk menangani pandemi virus korona baru dialokasikam sekitar Rp 375 miliar. Sementara bantuan kepada keluarga yang terkena dampak ekonomi akibat covid 19 ini baru dianggarkan Rp 3,2 trilitun lebih. Dengan total alokasi Rp 3,6 triliyun.

“Bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang jumlahnya sekitar 1,6 juta keluarga akan dimasukan dalam program Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Nantinya KRTS akan diberikan bantuan langsung dalam bentuk sembako senilai Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu dengan total nilai Rp 500 ribu. Bantuan ini akan diberikan selama 4 bulan sehingga total anggaran yang dikeluarkan lebih dari Rp 3,2 triliun,” ungkap Rinso.

Di Kabupaten Sumedang sendiri RinSo menghitung kuota jumlah KRTS sebanyak 54.191 KK. “Namun, melihat kondisi ril di lapangan dan dari hasil pendataan oleh desa-desa sepertinya akan terjadi penambahan warga miskin dan rentan miskin akibat Covid 19 ini,” tandasnya.

Target sasaran penerima Bansos Pemprov Jabar sambung RinSo adalah rumah tangga miskin yang tidak menerima bantuan tunai PKH dan tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai/sembako dari Kemensos RI.

Paket bantuan yang bersumber dari Bansos Jabar ini akan didistribusikan Disperindag Jabar dengan rincian paket berupa berupa bahan sembako. Terdiri dari beras, makanan kaleng, gula, minyak, terigu, mie instan dan Vitamin C.

Sementara itu di Desa Sayang Kecamatan Jatinangor sendiri, desa sudah selesai melaksanakan pendataan jumlah penerima bansos pemprov Jabar yang merupakan warga miskin baru (misbar) sebanyak 1546 orang.(*/rik)


Source:

https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2020/04/07/jumlah-penerima-bansos-pemprov-akibat-covid-19-diprediksi-membengkak/