![]() |
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin (tengah) melaksanakan reses ketiganya di Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu |
CISITU–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS H Ridwan Solichin, SIP, MSi menggelar reses I tahun sidang 2021/2022 di Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, Sabtu (3/12/2021).
Masih dalam rangkaian reses yang dilaksanakan dari 1 Desember hingga 10 Desember 2021 ini, reses di Desa Ranjeng merupakan reses ketiga. Di hadapan ratusan peserta reses dan sejumlah tamu undangan dari unsur para kepala desa di kecamatan Cisitu dan Kecamatan Situraja, Kang RinSo, sapaannya, mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Begitupun dalam setiap resesnya, seluruh peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) terlebih dahulu.
Pasalnya, menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini, situasi pandemi Covid-19 sudah mulai melandai sebagai dampak positif dari program vaksinasi yang terus digalakkan pemerintah dan didukung semua pihak.
“Dengan diberlakukannya kembali PPKM level 3 ini sebagai langkah antisipatif untuk mempertahankan situasi pandemi yang sudah mulai membaik, yang dikhawatirkan memasuki libur Natal dan Tahun Baru nanti ini bisa meningkat. Terlebih adanya ancaman munculnya virus Covid-19 varian baru yang sudah menjangkit di luar negeri,” katanya.
Dalam kesempatan reses tersebut, inisiator Komunitas Desa Sukses tersebut banyak menerima masukan langsung dari masyarakat baik dari Kecamatan Cisitu maupun Kecamatan Situraja. Mulai dari masalah pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah, seperti pengembangan budidya lebah madu dan pengrajin makanan, hingga jaringan internet menuju desa digital.
Anggota Komisi 1 DPRD Jabar ini mengatakan meskipun belum seluruh desa di Jawa Barat menjadi Desa Digital, dimana seluruh layanan desanya dibantu dengan aplikasi pintar, namun desa-desa lainnya tidak perlu pesimis.
“Menuju konsep Desa Digital memang tidak sembarang, dimana infrastruktur utama pendukungnya adalah akses jaringan internet harus sudah baik dahulu. Nah bagi desa-desa yang minim jaringan internetnya tidak perlu cemas,” kata Kang RinSo.
Saat ini, Komunitas Desa Sukses yang dimotorinya sudah melakukan kerjasama dengan provider internet Biru Desa Hypermedia untuk membantu jaringan internet di desa-desa terutama yang masih minim akses internetnya.
“Ketika akses internet sudah baik maka untuk menuju desa digital tidak terlalu sulit. Ada contoh desa digital yang bisa jadi rujukan yakni di Desa Cibiru Wetan Kabupaten Bandung disana semua layanan desa sudah pakai anjungan layaknya ATM. Yang keluar dari anjungan itu bukan uang melainkan e-KTP, KK, akte kelahiran dan surat- surat permohonan lainnya,” ulas Kang RinSo.
Komunitas Desa Sukses juga siap memfasilitas desa-desa selain terkait penyediaan provider internet juga pengembangan aplikasi pelayanan desa. “Semacam aplikasi digital yang dikembangkan di Desa Digital Cibiru Wetan yang bisa diunduh oleh warga berbasis android yang memungkinkan masyarakat mengakses sejumlah pelayanan, mulai dari administrasi sampai pengembangan ekonomi,” urainya.
Dengan adanya aplikasi tersebut masyarakat dipermudah dalam mengajukan kebutuhan surat-menyurat tidak perlu ke kantor desa cukup dari rumah dengan hanya menekan tombol permohonan melalui aplikasi tersebut.
Bahkan, apabila surat yang dibutuhkan sudah tercetak, masyarakat juga bisa memilih proses pengambilan. Bisa diambil langsung sendiri, atau menggunakan jasa ojek untuk dikirimkan ke rumahnya.
“Bisa jadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Jabar dalam menerapkan layanan desa secara digital bahkan berimbas ke potensi ekonomi lainnya, seperti tadi ada layanan delivery berkas lewat ojek setempat,” pungkasnya.(rik)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2021/12/03/kang-rinso-ajak-desa-desa-melakukan-transformasi-menuju-desa-digital/

