![]() |
| Produk-produk hasil UMKM binaan HNI memiliki packaging yang menarik dan sudah ada nomor PIRT serta sertifikat halalnya |
JATINANGOR—Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS H Ridwan Solichin, SIP, M.Si mendorong sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Barat khususnya di tiga kabupaten (Sumedang, Majalengka, Subang) untuk meningkatkan kualitas produknya agar bisa diserap pasar yang lebih besar.
Cara untuk meningkatkan kualitas produk UMKM unggulan daerah adalah dengan melakukan sejumlah treatment penting. “Misalnya dengan melakukan pengemasan produk UMKM atau packaging semenarik mungkin. Sebisa mungkin produk UMKM itu sudah memiliki sertifikat halal atau setidaknya sudah memiliki nomor PIRT dari dinas instansi terkait,” sebut Kang Rinso.
Dengan packaging atau kemasan yang menarik dan jelas standar produknya akan berpengaruh positif kepada citra atau image dari produk itu. “Coba saja kalau kita beli produk, misalnya beli keripik singkong antara yang dikemas biasa saja dengan plastik transparan kemudian dilabeli dengan hasil fotokopian. Bandingkan dengan produk yang sama misalnya kripik singkong yang banyak dijual di minimarket. Secara visual pasti pilih yang sudah dikemas semenarik mungkin,” terangnya.
Sebagai salah seorang yang aktif di komunitas pengusaha HNI Jatinangor yang sudah memfasilitasi produk-produk UMKM lokal dipasarkan secara modern, Kang RinSo mengatakan jika produk-produk UMKM itu memiliki kualitas dan standar produk yang layak, bisa saja menjadi mitra dari HNI.
“Banyak produk-produk lokal UMKM yang dibantu pemasarannya oleh HNI. Di Halal Mart BC HNI Jatinangor ada puluhan produk lokal UMKM yang dibantu penjualannya. Alhamdulillah respon pasarnya bagus, cukup banyak peminatnya. Ketika produk lokal sekalipun seperti camilan atau kripik yang dibuat dari pelepah pisang saja setelah ada value add tadi yakni packaging yang menarik jadi laku keras,” urainya lagi.
Menurut penggagas Komunitas Desa Sukses ini di tengah era yang kompetitif seperti sekarang ini, usaha UMKM masih dipandang sebagai salah satu sektor bisnis yang bisa bertahan. “Pelaku usaha UMKM walaupun pandemi seperti sekarang ini cenderung masih bisa bertahan, walaupun tidak dinafikan ikut terkena dampaknya pula dengan menurunnya omset. Namun sekarang mulai ada pelonggaran harus menjadi titik balik lagi bagi pelaku UMKM untuk merebut kembali pasar,” saran Kang RinSo, sapaannya, belum lama ini.
Termasuk dengan adanya program dari pemerintah yang memberikan sejumlah bantuan modal bagi para pelaku usaha UMKM harus bisa diserap dan dimanfaatkan dengan baik. “Saat ini pemerintah memberikan program-program pemulihan ekonomi nasional berupa bantuan subsidi UMKM melalui bank-bank milik pemerintah, silakan manfaatkan untuk kembali memulihkan usahanya,” kata Kang RinSo.(rik)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2021/11/17/kang-rinso-dorong-produk-umkm-unggulan-daerah-tingkatkan-kualitas-produk/

