![]() |
Kang RinSo (berdiri kiri) saat menyampaikan materi sosialisasi empat pilar di TKIT Sholahudin Sumedang bersama para orang tua siswa beberapa waktu lalu |
SUMEDANG--Membangun Indonesia maju memerlukan komitmen kebangsaan yang kuat, sejarah perjalanan bangsa dan negara ini menjadi bukti bahwa Pancasila, NKRI merupakan hasil dari suatu kesepakatan untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS H. Ridwan Solichin, S.IP, M.Si, saat menyampaikan materi sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi Jalan Cut Nyak Dhien 49 Sumedang, Selasa (25/8/2020).
Lebih lanjut Anggota Komisi 1 (bidang pemerintahan) DPRD Jabat yang akrab disapa Kang RinSo ini mengatakan, bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada berbagai tantangan bangsa, yakni masalah kemiskinan, stanting, radikalisme, terorisme, intoleransi, anti NKRI dan anti Pancasila.
“Untuk itu, permasalahan tersebut harus dapat diatasi melalui toleransi kerukunan yang tidak hanya damai, tetapi juga saling membantu,” tandasnya di hadapan puluhan peserta yang mayoritas para ibu milenial.
Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi yang dikenal dengan istilah Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar tersebut telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dan menjadi komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.
Yang harus dibangun oleh seluruh entitas bangsa ini adalah toleransi kerukunan, keinginan untuk selalu rukun dan juga memiliki kemampuan untuk merukunkan.
“Toleransi kerukunan adalah bukan hanya berdampingan secara damai tetapi juga saling menolong, saling membantu, dan saling mendukung,” tegas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini.
Pemerintah, lanjut anggota legislatif dari daerah pemilihan Jabar XI (Kabupaten Sumedang, Majalengks, Subang) ini telah menetapkan lima program prioritas menuju Indonesia maju yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi.
Program pembangunan SDM menjadi poin utama dalam penyelenggaraan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini.
“Kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari sumber daya manusia yang unggul sebagai kuncinya, SDM Indonesia harus sehat cerdas berdaya saing tetapi juga harus berakhlak mulia,” tandas RinSo.
Untuk itu RinSo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen keluarga besar TKITS holahuddin Al Ayyubi ini dalam memperkaya metode dan memperluas jangkauan sosialisasi Empat pilar DPRD Jabar ini.
“Penyelenggaraan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini merupakan implementasi dari tugas konstitusional anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan pelaksanaan amanat UU No.17 tahun 2014, juga senapas dengan visi DPRD Jabar sebagai pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat,” jelas RinSo.
Untuk itu demi semangat menjaga seluruh persatuan senantiasa diperjuangkan oleh DPRD Jabar khususnya Fraksi PKS melalui berbagai kegiatan masyarakat dengan nilai-nilai empat pilar.
“Nilai-nilai empat pilar sebagai legacy yang sudah sepatutnya harus kita jadikan warisan kebangsaan yang harus kita jaga kita rawat dan yang lebih penting lagi kita hadirkan dalam setiap ruang publik dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.
Dengan empat pilar kebangsaan tersebut, bahwa persatuan merupakan aset terbesar dalam upaya dan ikhtiar bersama dalam menjaga bangsa dan negara Indonesia.
“Pancasila adalah harga mati, yang harus sering kita diskusikan dengan implementasinya, Pancasila harus terus kita gelorakan dalam keteladanan kita dalam kehidupan sehari-hari,” tandas RinSo.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan keluarga besar TKIT Sholahuddin Al Ayyubi bisa menerapkan dan mensosialisasikannya kembali di masyarakat, sehingga NKRI dapat selalu ada dan dijaga.
Acara yang terbagi empat sesi tersebut dihadiri oleh guru dan staf TKIT serta beberapa orang tua siswa. Pada sesi pertama diisi materi berkaitan dengan materi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Materi kedua mengenai tata cara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di masyarakat.
Sedangkan, materi ketiga menjelaskan tentang penguatan sinergitas masyarakat Jawa Barat dalam mewujudkan NKRI yang kuat. Acara ditutup dengan materi yang berkaitan dengan cara berkomunikasi yang efektif serta etika dalam berkepribadian dan penampilan anggota dewan sebagai public figur. (*)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2020/08/25/kang-rinso-gelar-sosialisasi-empat-pilar-kebangsaan/3/


