BANDUNG—Bangsa besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawanannya, meskipun sebenarnya mereka berjuang ikhlas tanpa pamrih, karena hanya memikirkan nasib bangsanya untuk bisa lepas dari cengkraman penjajah.
“Syukur Alhamdulillah sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sejarah panjang kemerdekaan yang diisi oleh para founding fathers dari berbagai daerah terus melahirkan banyak pahlawan bangsa. Di antaranya saat ini negara baru saja memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sosok tokoh bangsa yang berasal dari Jawa Barat yakni KH Ahmad Sanusi yang berasal dari Kabupaten Sukabumi,” ungkap Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSI, baru-baru ini.
Legislator PKS Jawa Barat yang familiar disapa Kang RinSo, mengungkapkan kiprah KH Sanusi yang banyak berperan turut serta bersama para founding fathers bangsa ini melahirkan dasar negara di awal Indonesia merdeka.
“Di tengah perdebatan apakah dasar negera ini menjadi negara agama atau sekuler, KH Ahmad Sanusi menjadi salah seorang tokoh moderat atau jalan tengah sehingga terciptanya sebuah konsensus lahirnya negara bangsa yang bernuansa Rahmatan Lil Alamin mengayomi seluruh komponen anak bangsa,” ungkap Kang RinSo.
Kang RinSo lebih lanjut mengutip perkataan Mahfud MD yang menyatakan, sebagai anggota BPUPKI, KH Ahmad Sanusi adalah salah satu orang yang mendorong kompromi agar Indonesia tak menjadi negara agama maupun sekuler.
“Bersama Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh lainnya, KH Ahmad Sanusi mendorong agar Indonesia menjadi negara kebangsaan yang berketuhanan dan berideologi Pancasila. Dari semula ada sisi kanan ingin menjadikan negara Islam, sisi kiri menjadikan negara sekuler, kemudian diambil jalan tengah lahirlah ideologi Pancasila sesudah menyetujui pencoretan tujuh kata di Piagam Jakarta, begitu kata Menkopolhukam dan kami mengamininya,” ujar Kang RinSo.
Mahfud mengatakan, tokoh asal Jawa Barat itu juga merupakan pendiri dan pimpinan Persatuan Umat Islam di saat-saat menjelang kemerdekaan Indonesia. Selain KH Ahmad Sanusi, ada empat tokoh lain yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional yaitu DR. dr. H. R. Soeharto dari Jawa Tengah, KGPAA Paku Alam VIII dsri DI Yogyakarta, dr. Raden Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat, dan H. Salahuddin bin Talibuddin dari Maluku Utara. Gelar pahlawan nasional ini akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada perwakilan keluarga di Istana Negara, Jakarta, pada 7 November 2022.
Kabar penetapan KH Ahmad Sanusi sebagai Pahlawan Nasional ini diketahui dari Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, pada Kamis (3/11/2022). Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh itu akan dilakukan di Istana Negara pada 7 November 2022.
Ahmad Sanusi akan digelari pahlawan nasional bersama empat tokoh bangsa dari daerah lain. KH. Ahmad Sanusi merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang belum mendapat gelar pahlawan nasional (jabarprov.go.id, 3/11/2022).
“Pemerintah akan anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 putera pejuang dan pengisi kemerdekaan Indonesia. Kepada daerah-daerah dan instiusi-institusi warisannya dipersilakan melakukan tahniah (syukuran). Penganugerahan gelar oleh Presiden akan dilakukan di Istana Negara tanggal 7 November 2022,” kata Mahfud dalam cuitannya seperti dikutip dari detik.com (3/11/2022).
![]() |
Berikut Biografi Singkat KH Ahmad Sanusi
Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Berikut Biodata KH. Ahmad Sanusi. KH Ahmad Sanusi atau dikenal juga dengan sebutan Kiai Sanusi, merupakan seorang ulama Nusantara dan Tokoh Pejuang Indonesia yang berasal dari Cantayan, Sukabumi. Beliau lahir pada tanggal 18 September 1888.
Kiai Sanusi merupakan putra dari Ajengan KH. Abdurrahim bin H. Yasin, pengasuh Pesantren Cantayan di Sukabumi. Terlahir sebagai putra Ajengan dan terbiasa dengan lingkungan pesantren, beliau banyak mempelajari ilmu-ilmu keislaman dari sejak kecil sehingga menjadikannya pribadi yang Sholeh.
Beliau menikah dengan putri dari KH. Affandi, yang bernama Hj. Siti Djuwairiyah. Setelah menikah, Beliau dan Istri pergi ke Mekkah untuk menunaikan ibadah Haji. Namun, setelah melaksanakan ibadah haji, mereka memutuskan untuk tinggal di Mekkah.
Menetap kurang lebih 5 tahun di Mekkah al-Mukarromah bersama sang Istri, Beliau banyak mendalami ilmu agama, dan mempelajari berbagai pemikiran dan mazhab-mazhab. Namun, Beliau tetap menganut mazhab Syafi’i.
Berkat kepandaiannya, Kiai Sanusi mendapat penghargaan dari para Syeikh di Mekkah. Bahkan, Beliau juga mendapat kesempatan untuk menjadi imam sholat dan menjadi guru di Masjidil Haram.
Selain belajar tentang ilmu-ilmu agama, Beliau juga bergabung dengan organisasi bernama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) dan Sarekat Islam (SI). Salah satu alasan Beliau bergabung dengan Sarekat Islam adalah karena adanya Anggaran Dana (AD), Beliau bertujuan untuk melepaskan ketergantungan masyarakat pribumi terhadap negara asing.
Beliau mendirikan pesantren, yang bernama Pondok Pesantren Babakan Sirna Genteng, yang membuatnya dikenal sebagai Ajengan Genteng. Selain itu, Beliau bersama para Ulama Sukabumi berupaya untuk mensyiarkan agama Islam dengan mendirikan organisasi yang bergerak di bidang keislaman dan kemasyarakatan, bernama Al-Ittihadiyatul Islamiah (AII). Namun, kemudian dibubarkan oleh Jepang. Lalu Beliau kembali mendirikannya dengan nama Persatuan Umat Islam (PUI).
Kiai Sanusi sempat dipenjara dan diasingkan selama 9 bulan karena tuduhan memobilisasi massa pada peristiwa perusakan jaringan telepon yang menghubungkan Bogor, Sukabumi dan Bandung.
Beliau mendapatkan penghargaan sebagai perintis kemerdekaan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 10 November 2009. Nama Beliau juga diabadikan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, menjadi salah satu nama Terminal dan jalan di Sukabumi.
Ahmad Sanusi wafat pada tanggal 31 Juli 1950 di Pesantren Gunung Puyuh. Atas perjuangan Beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum KH. Ahmad Sanusi pada November 2022.(rik/net)
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2022/11/08/pks-jawa-barat-dukung-penetapan-kh-ahmad-sanusi-sebagai-pahlawan-nasional/


