Subscribe Us

header ads

Reses di Majalengka, Kang RinSo Napak Tilas Islamisasi dan Perlawanan Ki Bagus Rangin

KUNJUNGI CAGAR BUDAYA: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin (tengah berbatik) menyempatkan berfoto di depan Rumah Adat Panjalin, saksi bisu sejarah islamisasi Majalengka dan Perang Kadongdong.

MAJALENGKA–Masih dalam rangkaian Reses I Tahun Sidang 2021/2022, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi memasuki hari keempat mengunjungi Desa Panjalain Kidul Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Barat yang juga Sekretaris DPW PKS Jawa Barat itu mengaku serasa memasuki masa islamisasi yang dilakukan Sunan Gunung Jati  atau Syekh Syarif Hidayatullah awal menyebarkan Islam di wilayah Majalengka sekitar abad ke-14 silam.

Pasalnya, Kang RinSo, sapaannya menyempatkan diri untuk mengunjungi Rumah Adat Panjalin yang merupakan salah satu bangunan bersejarah dan tercatat cagar budaya dibawah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten.

“Agak merinding juga ya ketika mengunjungi bangunan Rumah Adat Panjalin ini, bukan karena menyeramkan tetapi setelah mengetahui kalau rumah ini adalah saksi bisu sejarah islamisasi disini yang dilakukan Sunan Gunung Jati melalui utusannya yakni Syekh Syahroni,” ungkap Kang RinSo, Senin (6/12/2021).

 Secara tidak langsung, Kang RinSo bersama rombongan resesnya banyak menerima keterangan dari masyarakat Desa Panjalin Kidul tentang keberadaan Rumah Adat Panjalin tersebut yang hingga saat ini terus dijaga dan dipelihara.

“Saya sangat mengapresiasi atas peran serta warga Panjalin Kidul yang begitu peduli menjaga salah satu heritage yang tidak ternilai harganya ini. Kalau dilihat kasap mata hanya rumah adat biasa tetapi kalau mengetahui sejarahnya luar biasa, selain saksi bisu awal islamisasi Syekh Sahroni yang berhasil mengislamkan penguasa Rajagaluh, juga ternyata saksi bisu dari Perang Kadongdong yang sangat heroik,” ulas Kang RinSo.

Anggota Komisi 1 DPRD Jabar dari Dapil Jabar XI (Sumedang Majalengka Subang) ini mengulas Rumah Adat Panjalin yang juga saksi bisu di masa Perang Kadongdong (1812), perang ini merupakan perlawanan Ki Bagus Rangin terhadap Gubernur Hindia Belanda HW Daendels.

“Kata warga disini, di masa Perang Kadongdong itu, rumah ini juga dijadikan tempat persembunyian Ki Bagus Rangin yang dikejar-kejar tentara Belanda. Dan terjadi keajaiban atas izin Alloh Ki Bagus Rangin selamat dari kejaran Belanda karena berlindung di rumah ini, masya Alloh, hingga akhirnya tentara Belanda kapok datang ke Panjalin,” ulasnya lagi.

Di masa kini, Rumah Adat Panjalin masih dirawat dan dijaga warga setempat. Sesekali juga rumah adat ini suka dijadikan tempat peringatan budaya yang rutin digelar setiap tahunnya, seperti hari jadi Panjalin, acara guar bumi atau acara syukuran desa.

“Hanya saja warga disana mempertanyakan tentang rencana revitalisasi atau renovasi dari  Rumah Adat Panjalin ini dari Pemprov Jabar sebab beberapa waktu lalu Gubernur Kang Emil pernah kesini juga. Apalagi rumah adat ini sudah menjadi salah satu aset Pemprov Jabar,” ungkap Kang RinSo.

Kang RinSo juga mengungkapkan harapan warga Desa Panjalin Kidul yang meminta adanya bantuan anggaran dari Pemprov Jabar untuk pengelolaan dan pelestarian cagar budaya. “Warga menghendaki Rumah Adat Panjalin ini tetap lesatari, karena anggaran swadaya warga terbatas mereka mengharapkan ada perhatian dari Pemprov agar kedepannya rumah adat ini bisa juga jadi destinasi wisata sejarah budaya Majalengka,” tandasnya.(rik)


https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2021/12/06/reses-di-majalengka-kang-rinso-napak-tilas-islamisasi-dan-perlawanan-ki-bagus-rangin/