Subscribe Us

header ads

Sayangkan Pembangunan Embung di Kampung Baru Bereum Terkena Refocusing

Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin


JATINANGOR––Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Ridwan Solichin, SIP, MSI turut menyoroti rencana pembangunan embung di Kampung Baru Beureum, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Seperti diketahui, pagu anggaran pembangunan embung mengalami pengurangan yang semula Rp 4 miliar lebih, kini karena refocusing dan realokasi anggaran, menjadi Rp 2,1 miliar saja.

“Sementara itu semula embung yang berada di kaki Gunung Mangkayang itu dibangun seluas 1.500 meter persegi, kini hanya 900 meter kubik saja kapasitas riilnya. Padahal diproyeksikan semula mampu menampung air 2.250 meter kubik,” ungkap Kang RinSo, Senin (10/4/2022).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini menyebut, sampai saat ini masih dalam tahapan review DED. Jika sudah selesai lelang dan penandatanganan kontrak selesai makan akan dibangun sekitar Juni-Juli 2022.

Karena lahan bakal dibangunnya embung berada di tanah Perhutani, dan masih ada sejumlah pohon di atasnya, maka Kang RinSo mendorong untuk berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perhutani.

“Begitu juga terkait luas lahan perlu dikomunikasikan dengan Perhutani, terlebih rencananya bakal dibangun juga jogging track disana,” imbuhnya.

Lahan yang akan dijadikan embung merupakan bagian dari 907 hektare yang disebutkan dalam Perda Nomor 11 Tahun 1992 tentang Penataan Lahan Bekas Perkebunan Jatinangor di Kabupaten Sumedang.

Di dekat areal calon lokasi embung, agak ke bawah sedikit, merupakan areal bumi perkemahan Kiarapayung.

Kang RinSo menilai lantaran luas embung terbilang sangat kecil, untuk pembangunanya dirasa tidak tepat jika dikerjakan oleh Provinsi. “Ada baiknya mungkin cukup menjadi pekerjaan di tingkat kabupaten saja,” tukasnya.(*/rik)


https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/2022/04/10/sayangkan-pembangunan-embung-di-kampung-baru-bereum-terkena-recofusing/